Rabu, 09 Juli 2014
Prabowo: 2009 SBY tak Deklarasi Walau Menang Telak
Prabowo Subianto menyindir Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang tiba-tiba mendeklarasikan kemenangan Jokowi-JK, dengan hanya berdasar quick count lembaga survei.
Sindiran Prabowo ini, mengingatkan lagi Pilpres 2009. Saat itu, Prabowo berpasangan dengan Megawati sebagai capres. Keduanya kalah dari pasangan SBY-Boediono.
"Kalau kita ingat, Bapak SBY sendiri 2004 dan 2009 tidak pernah deklarasi sebelum KPU menetapkan. Padahal dulu bedanya 21%," kata Prabowo, usai bertemu Presiden SBY, di kediaman pribadi, Puri Cikeas Bogor, Rabu (9/7/2014) dini hari.
Pemilu 2009 SBY-Boediono menang 60,8% (73.874.562). Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto mengumpulkan 32.548.105 (26,79%) dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto sebesar 15.081.814 (12.41%).
Prabowo mengatakan, keunggulan SBY yang jauh saat itu, tidak membuatnya melakukan deklarasi.
Untuk itu, dia meminta kubu Jokowi-JK tidak langsung melakukan klaim-klaim sepihak. Bagi dia, cara itu sama saja menggiring opini publik, sementara KPU belum memutuskan.
"Kita tidak mau sampai nanti persepsi terbentuk, opini terbentuk bahwa pihak A sudah menang padahal belum apa-apa, quick count versinya macam-macam," jelas Prabowo.
Sejumlah lembaga survei, berdasarkan quick count atau hitung cepat Pilpres 9 Juli, memenangkan kubu Jokowi-JK. Sementara, lembaga survei lainnya, memenangkan Prabowo-Hatta.
Sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/2118122/prabowo-2009-sby-tak-deklarasi-walau-menang-telak#.U73uF_l_t5J
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar